Tuan Tanah Bagian 4
Setahun telah berlalu sejak "Tritunggal" itu bersatu. Gedung itu kini bukan lagi beton kosong yang lembap. Andi telah memasang jaringan kabel yang rumit di balik dindingnya, Mad Dog telah melatih sekelompok pemuda jalanan menjadi penjaga yang haus darah, dan di lantai teratas—Lantai 15—Tama Riyadi duduk di singgasananya, mengawasi segalanya melalui deretan monitor CCTV. Malam itu adalah "Hari Pembukaan". Namun, tidak ada pita merah atau sampanye. Yang ada hanyalah kabar yang beredar di bawah tanah: Ada tempat aman bagi mereka yang tidak punya tempat lagi di dunia. Hujan turun rintik-rintik, memberikan kesan suram yang sempurna. Di lobi gedung yang remang-remang, Andi berdiri dengan daftar di tangannya. Di belakangnya, Mad Dog bersandar di pilar, matanya memindai setiap orang yang masuk dengan tatapan predator. Satu per satu, tamu-tamu "terhormat" berdatangan. Ada Bahar , seorang pembunuh bayaran yang sedang diburu dua polda sekaligus. Ada sekelompok produ...