Postingan

Menampilkan postingan dengan label cerita tama

Tuan Tanah 1

  Beton dan Ambisi Jakarta, 1998. Kota ini sedang terbakar, namun di sudut-sudut terkumuh Jatinegara, bisnis tetap berjalan seperti biasa. Hujan deras mengguyur aspal yang retak, menyamarkan bau amis darah yang baru saja tumpah. Di sebuah warung tenda yang sepi, seorang pemuda duduk sendirian. Ia tidak terlihat seperti petarung bertubuh besar, juga bukan tipe yang suka berteriak mengancam. Ia tenang, rapi, dan matanya setajam silet. Namanya Tama Riyadi . Di hadapannya, semangkuk mi instan mengepulkan uap panas. Ia menyeruput kuahnya pelan, seolah tidak peduli bahwa lima meter darinya, dua orang pria sedang mengerang kesakitan dengan lutut hancur—hasil karyanya beberapa menit yang lalu. "Kau gila, Tam," suara serak terdengar dari balik tirai tenda. Itu Bang Kubil , bos kecil yang menguasai tiga blok ruko di wilayah itu. Kubil keluar sambil menyeka keringat dingin, menatap dua anak buah saingan yang kini tak berdaya. "Ini wilayahnya Si Gila Gonzo. Kalau dia tahu kita habi...